Bagiku, kau mendominasi ingatan. Karena itulah aku menulis surat ini untukmu. Agar suatu hari, saat aku tak sanggup mengingat lagi, kau tetap mengabdi. Mengabdi dalam tulisanku. Mengabdi dalam kisahku.
Pages
▼
Sabtu, 22 Oktober 2016
penyesalan
di suatu ketika aku bisa saja marah padamu
merasa kesal
lalu membuatmu terluka
lepas dari kendali yang kujaga
sebab kita manusia.
kita menjadi dua orang yang makin keras kepala
bersitegang mempertahankan pandangan
tanpa sadar pelan-pelan sedang dilanda
hal-hal yang mendekatkan pada kehilangan.
hal yang tidak pernah kamu tahu
setelah perdebatan panjang yang melelahkan itu
aku menjadi benci pada diriku
apa yang sebenarnya kita inginkan?
mengapa harus saling bersikeras akan sebuah pilihan
padahal, kita berdua yang sedang meretas jalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar