Sebuah topi mahal jatuh di jalan raya
Pada suatu sore sesudah hujan lebat
Tak dipungut kembali oleh pemiliknya
Akasia tepi jalan
Dengan butiran air di pucuk-pucuk daunnya
Akan bercerita dengan jujur
Sedia apa kiranya sampai pipinya sipu-sipu malu
Tadi seorang gelandangan menyeberang jalan ini, katanya.
Lalu lintas ramai hingga agak lama dia di seberang jalan
sana
Agak lama dia menggendong anak bayinya
Agak lama hujan tercurah memandikan mereka berdua
Agak lama bayinya menangis dalam curah hujan
Tapi tak ada topi di kepala mereka
Dan orang-orang yang punya payung
Bersiul-siul memuji kebesaran alam ciptaan Tuhan
Topi mahal itu jatuh di jalan itu juga
Tapi hujan sudah reda lama
Topi mahal itu tak dipungut kembali oleh pemiliknya
Lalu topi itu punya siapa?
0 thoughts:
Posting Komentar