malam itu malaikat izrail hadir di antara kami berlima.
hompimpa, seperti berundi siapa yang maju duluan.
hompimpa, aku beruntung malam itu lagi lagi bukan giliranku.
Bagiku, kau mendominasi ingatan. Karena itulah aku menulis surat ini untukmu. Agar suatu hari, saat aku tak sanggup mengingat lagi, kau tetap mengabdi. Mengabdi dalam tulisanku. Mengabdi dalam kisahku.
0 thoughts:
Posting Komentar