pagi tak melulu soal lagit cerah dan daun-daun basah.
lebih dari itu, ia menuntun pikiran mengingat banyak wajah.
Bagiku, kau mendominasi ingatan. Karena itulah aku menulis surat ini untukmu. Agar suatu hari, saat aku tak sanggup mengingat lagi, kau tetap mengabdi. Mengabdi dalam tulisanku. Mengabdi dalam kisahku.
0 thoughts:
Posting Komentar