Jumat, 07 November 2014
kehidupan di luar dirimu
bila masalah hidupmu masih seputar persoalan patah hati, banyak tugas, berselisih dengan teman, makanan tidak enak, kehabisan uang bulanan, tidak bisa liburan, dan sejenisnya. bersyukurlah. karena masalahmu adalah masalah sejuta umat. dan karena berjuta-juta yang mengalaminya, berhenti lah mengeluh. karena mengeluh sama sekali tidak akan mengurangi semua itu.
bila masalah hidupmu masih seperti tadi, mari kuajak berjalan-jalan menemui sesuatu yang mungkin kamu kira hanya ada dalam novel, dalam film, dalam cerita. kalau kamu belum menemui hal-hal semacam itu, bersyukurlah karena mungkin Tuhan memang sengaja melindungimu.
percayalah, hidup di luar dirimu tidak pernah baik-baik saja. jika kamu bertemu orang lain yang tampak begitu ceria, mereka hanya tidak ingin orang lain tahu mengenai masalah hidupnya. disimpan rapat, ditangisinya sendirian.
kamu harus tahu sebentar. bahwa hidup di luar dirimu tidak pernah baik-baik saja. di luar sana, di luar dirimu, orang lain mengalami hidup yang berat. kehilangan keluarganya sejak kecil, tidak tahu siapa orang tuanya, rumah beralaskan tanah dan anyaman bambu, perempuan yang direnggut kehormatannya oleh laki-laki, ibu yang melihat anaknya meninggal, seseorang dengan kanker stadium akhir, anak muda yang bermimpi sekolah, atau anak-anak yang kehilangan matanya dan menjadi buta. semua itu benar terjadi dan tentu di luar dirimu. terjadi pada orang lain.
percayalah, bila masalahmu hidupmu masih seputar patah hati, dicuekin laki-laki, ditolak perempuan, lantas kamu merasa menjadi manusia paling merana di dunia, pecahkanlah semua cermin di rumahmu karena cermin itu tidak menjadi berguna.
di luar sana, kehidupan manusia begitu kompleks. dan sekali lagi, bila kamu merasa orang-orang yang kamu temui itu baik-baik saja, kamu salah. mereka telah belajar cara menyembunyikan kerusuhan hatinya, masalah hidupnya, dan apa pun itu. mereka sedang berusaha menghibur dirinya sendiri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 thoughts:
Posting Komentar