Jurang itu memisahkan aku dengan mereka
memutuskan hubungan tipis yang dulu masih tersisa
cukup aku saja yang merasa
cukup aku saja yang tersiksa
biarkan jembatan itu putus tak bernyawa
tapi aku tetaplah seorang anak
yang akan selalu menyayangi mereka
untuk selamanya
Minggu, 18 Januari 2009
Mereka
mereka tidak mengenalku
mereka tidak mengenalku
dan selamanya tidak akan mengenalku
seandainya kau tahu
merekalah yang telah membuatku
menjadi seperti itu
mereka tidak mengenalku
dan selamanya tidak akan mengenalku
seandainya kau tahu
merekalah yang telah membuatku
menjadi seperti itu
Rabu, 24 Desember 2008
aku dan dia
ku rindukan senyumnya
ku rindukan ada di dekatnya
tapi jarak dan waktu
selalu memuai dan terus terurai
memisahkan keberadaanku dengan dia yang di sana
aku membutuhkannya
ku mohon pertemukan lagi aku dan dia
disaat matahari sedang tersenyum bahagia
ku rindukan ada di dekatnya
tapi jarak dan waktu
selalu memuai dan terus terurai
memisahkan keberadaanku dengan dia yang di sana
aku membutuhkannya
ku mohon pertemukan lagi aku dan dia
disaat matahari sedang tersenyum bahagia
Rabu, 10 Desember 2008
ode to my family
Doo, doo, doo, doo, doo, doo, doo, doo...
Understand the things I say, don't turn away from me,
'Cause I've spent half my life out there, you wouldn't disagree,
Do you see me? Do you see? Do you like me?
Do you like me standing there? Do you notice?
Do you know? Do you see me? Do you see me?
Does anyone care?
Unhappiness where's when I was young,
And we didn't give a damn,
'Cause we were raised,
To see life as fun and take it if we can,
My mother, my mother,
She hold me, she hold me, when I was out there,
My father, my father,
He liked me, oh, he liked me. Does anyone care?
Understand what I've become, it wasn't my design.
And people everywhere think, something better than I am.
But I miss you, I miss, 'cause I liked it,
'Cause I liked it, when I was out there. Do you know this?
Do you know? You did not find me. You did not find.
Does anyone care?
Unhappiness where's when I was young,
And we didn't give a damn,
'Cause we were raised,
To see life as fun and take it if we can.
My mother, my mother,
She hold me, she hold me, when I was out there.
My father, my father,
He liked me, oh, he liked me. Does anyone care?
Does anyone care?
Does anyone care?
Does anyone care?
Does anyone care?
Does anyone care?
Doo, doo, doo, doo, doo, doo, doo, doo...
By: cranberries
Understand the things I say, don't turn away from me,
'Cause I've spent half my life out there, you wouldn't disagree,
Do you see me? Do you see? Do you like me?
Do you like me standing there? Do you notice?
Do you know? Do you see me? Do you see me?
Does anyone care?
Unhappiness where's when I was young,
And we didn't give a damn,
'Cause we were raised,
To see life as fun and take it if we can,
My mother, my mother,
She hold me, she hold me, when I was out there,
My father, my father,
He liked me, oh, he liked me. Does anyone care?
Understand what I've become, it wasn't my design.
And people everywhere think, something better than I am.
But I miss you, I miss, 'cause I liked it,
'Cause I liked it, when I was out there. Do you know this?
Do you know? You did not find me. You did not find.
Does anyone care?
Unhappiness where's when I was young,
And we didn't give a damn,
'Cause we were raised,
To see life as fun and take it if we can.
My mother, my mother,
She hold me, she hold me, when I was out there.
My father, my father,
He liked me, oh, he liked me. Does anyone care?
Does anyone care?
Does anyone care?
Does anyone care?
Does anyone care?
Does anyone care?
Doo, doo, doo, doo, doo, doo, doo, doo...
By: cranberries
Senin, 08 Desember 2008
berita duka
Hari ini, ketika takbir berkumandang dimana-mana, jauh di sudut rumahku, satu nyawa terenggut dari dunia. Kucingku, yang sudah satu tahun lamanya berada di rumahku, hidup serumah denganku, diambil nyawanya oleh malaikat izrail. Seakan tak peduli dengan yang lain, dia meninggalkan istrinya yang sedang mengandung anak mereka dalam kesedihan. Sepi, tak ada raungannya lagi, tak ada tingkah usilnya lagi. Namun aku terus berharap, semua raungannya, semua tingkah usilnya, akan digantikan oleh si jagoan kecil, yang semoga akan lahir dengan selamat. Amin.
takbir, takbir, takbir
Allahuakbar,
Allahuakbar,
Allahuakbar,
Laa ilaa haillallahuallahuakbar,
Allahuakbar,
Walillaa ilham,
gema takbir menggema di seluruh dunia,
menggetarkan seluruh jiwa yang mendengarnya,
seakan-akan memaksa kita untuk mengorbankan segala,
hanya untuk Allah semata,
Allahuakbar,
Allahuakbar,
Laa ilaa haillallahuallahuakbar,
Allahuakbar,
Walillaa ilham,
gema takbir menggema di seluruh dunia,
menggetarkan seluruh jiwa yang mendengarnya,
seakan-akan memaksa kita untuk mengorbankan segala,
hanya untuk Allah semata,
Sabtu, 29 November 2008
Aku, Mereka, dan Kelasku
Di sini, aku ingin menceritakan sedikit tentang kelasku. Kelasku, 12 IPA 9.
Ruangannya begitu sederhana. Coklat polos, tanpa embel-embel yang bermacam-macam.
Tanpa computer, tanpa proyektor, tanpa gambar pahlawan, tanpa jadwal piket, tanpa jadwal pelajaran, tanpa kalender , dan tanpa barang-barang lain yang seharusnya ada di kelas, ataupun di sekolah lain.
Yang ada, hanyalah gambar (yang katanya) pemimpin kita, gambar (yang katanya pula) dasar negara kita, dan di belakang, ada satu gabus, yang seharusnya berisi mading-mading hasil karya kami, tapi malah dialihfungsikan menjadi media untuk tanda tangan anak-anak ipa 9.
Satu hal yang paling membuat ku begitu bangga dengan kelas ini, adalah kejujuran. Baru kali ini aku menemukan kelas, yang ketika ulangan, mau di jaga oleh guru atau tidak, tidak akan berpengaruh sedikitpun. Aku berani jamin, jika saat ulangan tiba, kami seperti membangun dunia sendiri, dimana orang lain tidak boleh menyentuhnya, dan kami tidak akan peduli pendapat orang lain tentang apa jawaban kami. Meskipun akhirnya, hasil kami bukanlah hasil yang terbaik, yang bisa menghindarkan kami dari kata remidi. Tapi setidaknya kami tahu, Allah tidak tidur, dan Allah melihat semua prosesnya. Jika Allah menghendaki, kami akan mendapatkan manfaatnya suatu saat kelak.
Bu pranta, guru bahasa Indonesia ku, pernah mengatakan. Jika kami tahun ini gagal memberikan yang terbaik untuk sma 2, tahun depan tidak akan ada lagi ipa 9. Aku tahu, itu beban yang tak mudah untuk kami. Tapi aku pun tahu, jika kami, 36 anak ipa 9 ini benar-benar berusaha, bukan tak mungkin kami bisa menjadi yang terbaik, dan menciptakan peluang kapada generasi di bawah kami, untuk melanjutkan 12 ipa 9 generasi kedua. Semoga Allah mengijinkan kami menjadi yang terbaik. Amin.
^^
Terima kasih untuk semua teman-temanku di 12 ipa 9.
Ruangannya begitu sederhana. Coklat polos, tanpa embel-embel yang bermacam-macam.
Tanpa computer, tanpa proyektor, tanpa gambar pahlawan, tanpa jadwal piket, tanpa jadwal pelajaran, tanpa kalender , dan tanpa barang-barang lain yang seharusnya ada di kelas, ataupun di sekolah lain.
Yang ada, hanyalah gambar (yang katanya) pemimpin kita, gambar (yang katanya pula) dasar negara kita, dan di belakang, ada satu gabus, yang seharusnya berisi mading-mading hasil karya kami, tapi malah dialihfungsikan menjadi media untuk tanda tangan anak-anak ipa 9.
Satu hal yang paling membuat ku begitu bangga dengan kelas ini, adalah kejujuran. Baru kali ini aku menemukan kelas, yang ketika ulangan, mau di jaga oleh guru atau tidak, tidak akan berpengaruh sedikitpun. Aku berani jamin, jika saat ulangan tiba, kami seperti membangun dunia sendiri, dimana orang lain tidak boleh menyentuhnya, dan kami tidak akan peduli pendapat orang lain tentang apa jawaban kami. Meskipun akhirnya, hasil kami bukanlah hasil yang terbaik, yang bisa menghindarkan kami dari kata remidi. Tapi setidaknya kami tahu, Allah tidak tidur, dan Allah melihat semua prosesnya. Jika Allah menghendaki, kami akan mendapatkan manfaatnya suatu saat kelak.
Bu pranta, guru bahasa Indonesia ku, pernah mengatakan. Jika kami tahun ini gagal memberikan yang terbaik untuk sma 2, tahun depan tidak akan ada lagi ipa 9. Aku tahu, itu beban yang tak mudah untuk kami. Tapi aku pun tahu, jika kami, 36 anak ipa 9 ini benar-benar berusaha, bukan tak mungkin kami bisa menjadi yang terbaik, dan menciptakan peluang kapada generasi di bawah kami, untuk melanjutkan 12 ipa 9 generasi kedua. Semoga Allah mengijinkan kami menjadi yang terbaik. Amin.
^^
Terima kasih untuk semua teman-temanku di 12 ipa 9.
Langganan:
Postingan (Atom)