Sejujurnya, kalo aku ditanya mau pulang ke semarang untuk idul adha bareng2 sm keluarga apa nggak,
Aku bakalan jawab: aku mau,
Tapi mau gimana, janji sudah terikat. kata2 tidak bisa ditarik lagi.
Aku dah terlanjur janji sm adek2ku yg ada disini. adek2 baruku. adek2 kosku.untuk shalat ied bareng2 di solo. mencoba hal yang baru,
Awalnya sedih memang, ada yg aneh rasanya,
Tapi abis2 dipikir, ternyata lumayan seru kog,
Dari 22 kamar yg ada, tersisa tinggal 6 orang, lantai atas 5 orang, lantai bawah 1 orang,
Yg lain pada pulang kampung semua,
Waktu malem takbiran, kami berenam (aku, wida, tami, vivi, wahyu, dinda) ngumpul di ruang tivi lantai atas,
Wida, tami, dinda, sm wahyu, kebetulan anak pendidikan dokter 2010, mereka lagi ngelembur laporan anatomi yg subhanallah banyaknya,
Alhasil, aku sm vivi bantuin mereka ngerjain laporan. ampe malem. ampe jam 1. sambil cerita2 tentang mimpi2 kami di masa kecil. padahal besoknya kami harus bangun pagi2 utk shalat ied jam 5.45,
Karena takut ga bisa bangun pagi2, kami sepakat buat tidur rame2 di depan tivi, bawa bantal masing2, dan saling berbagi selimut: nyalakan alarm jam 4!
Eh, besoknya, kami malah baru kebangun jam 5 pagi,
Padahal shalat iednya jam 5.45, dan kami belum siap apa2, kertas, buku, rempah2 makanan, masih berantakan di ruang tivi, ckck
Dengan gerakan secepat iron man, akhirnya kami bisa dateng shalat ied tepat pd waktunya, maksudnya: benar2 tepat, kalian tahu kan apa maksudnya?
Selesai shalat. denger ceramah. perut keroncongan. pengen makan daging. tp bingung makan di warung apa. krn masih pada tutup semua jam segitu. apalagi pada abis shalat ied,
Akhirnya kami keliling2. rame2. muter2. naek motor buat nyari makan,
Berhubung aku yg paling senior disitu (ceilee, yg laen angkatan 2010 soalnya), aku “dianggep” yg paling tahu jalan,
Tenang, cuma dianggep kog, bukan kenyataan,
Jadi aku nyetir motor yg paling depan,
Kalian tahu lah ya, ingetanku secetek apa, dan aku bener2 buta arah,
Dengan sok2 tau jalan, aku masuk ke gang2 kecil di daerah belakang kampus dengan bilang gini,
" ntar ini tembusan nya ke depan kampus kog"
"masa mbak?" (ups, mereka mulai meragukanku)
"iya bener kog, kalian tenang ajaaa" (aku mulai sok tau jalan lagi)
Akhirnya aku mulai ngikutin jalan yg anggepanku ya bener jalan itu, jalaaaan terus,
Dan akhirnya, aku menyerah, kami nyasar, di hutan, semak semak, ada kuburan,
Krik krik krik,
Dengan senyum tanpa dosa, aku bilang,"hehe, maap ya dek, salah jalan, perasaan bener deh ini jalannya"
Dalam hati: kenapa perut keronconganku menuntunku untuk sampai ke kuburaaaan T.T
Selasa, 16 November 2010
maaf jika aku orang jahat
Jika aku telah melukaimu, maaf, aku tak bermaksud begitu
Jika aku telah menyalahkanmu, maaf, aku lah yg sebenarnya bersalah
Jika aku telah mengecewakanmu, maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi,
Jika aku belum memenuhi semua janjiku, maaf, tunggu aku,
Jika kau memutuskan untuk diam dan pergi, maaf, datanglah kembali suatu hari nanti,
Jika aku telah menyalahkanmu, maaf, aku lah yg sebenarnya bersalah
Jika aku telah mengecewakanmu, maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi,
Jika aku belum memenuhi semua janjiku, maaf, tunggu aku,
Jika kau memutuskan untuk diam dan pergi, maaf, datanglah kembali suatu hari nanti,
jika memang iya
Jika kau memang mencintaiku, maka katakan
Jika kau memang mencintaiku, maka buktikan
Jika kau memang mencintaiku, maka pertahankan
Jika kau memang mencintaiku, maka cintailah aku karena Allah,,
Jika kau memang mencintaiku, maka buktikan
Jika kau memang mencintaiku, maka pertahankan
Jika kau memang mencintaiku, maka cintailah aku karena Allah,,
wake up!
Dimana akalmu,
Kamu tu anak kedokteran as,
Disana lagi ada bencana,
Mbok bangun, siap-siap, tolongin yg lagi di sana,
Jangan cm diem, berkutat saja dengan buku-bukumu,
Amalkan ilmu mu itu,
Apa gunanya seorang dokter klo bukan buat nolong orang laen?
Bangun, korbankan waktumu, tenagamu, hartamu, dan pikiranmu,
Mereka lebih membutuhkanmu daripada buku-bukumu itu,
Bangun!
Kamu tu anak kedokteran as,
Disana lagi ada bencana,
Mbok bangun, siap-siap, tolongin yg lagi di sana,
Jangan cm diem, berkutat saja dengan buku-bukumu,
Amalkan ilmu mu itu,
Apa gunanya seorang dokter klo bukan buat nolong orang laen?
Bangun, korbankan waktumu, tenagamu, hartamu, dan pikiranmu,
Mereka lebih membutuhkanmu daripada buku-bukumu itu,
Bangun!
Sabtu, 30 Oktober 2010
aku dan adikku
aku pulang,
seneng rasanya bisa ketemu sm keluargaku lagi,
ketemu sm orang tua dan adik2ku,
adik ku yg laki2, subhanallah, makin besar aja dia,
mudah2an UAN nya tahun ini Engkau mudahkan ya Allah, amiiin,
terus adik ku yg perempuan,
yang masiiiiih aja ogah2an di suruh belajar,
padahal besok dia masih uts pelajaran ppkn,
pas aku ngajak dia belajar, dia malah bilang gini sambil bawa buku kumpulan lagu nasional,"mbak, nyanyi yok"
oke, akhirnya aku ladenin dia buat nyanyi lagu2 perjuangan (tereak2 ga jelas di kamar) dengan syarat abis nyanyi dia mau belajar,
abis nyanyi2, kami belajar,
dan subhanallah,
baru 15 menit belajar dia udah bisa inget semua materi ujiannya,
cm ini yg bisa aku bilang ke dia,"sip, adek mbak pinter"
trus udah, dia malah lari2 lagi ga tau kemana, ogah2an lagi buat belajar,
ckckck, dasar adik kecilku, semoga nanti kamu bisa jadi orang besar ya dek, amiiin
:D
seneng rasanya bisa ketemu sm keluargaku lagi,
ketemu sm orang tua dan adik2ku,
adik ku yg laki2, subhanallah, makin besar aja dia,
mudah2an UAN nya tahun ini Engkau mudahkan ya Allah, amiiin,
terus adik ku yg perempuan,
yang masiiiiih aja ogah2an di suruh belajar,
padahal besok dia masih uts pelajaran ppkn,
pas aku ngajak dia belajar, dia malah bilang gini sambil bawa buku kumpulan lagu nasional,"mbak, nyanyi yok"
oke, akhirnya aku ladenin dia buat nyanyi lagu2 perjuangan (tereak2 ga jelas di kamar) dengan syarat abis nyanyi dia mau belajar,
abis nyanyi2, kami belajar,
dan subhanallah,
baru 15 menit belajar dia udah bisa inget semua materi ujiannya,
cm ini yg bisa aku bilang ke dia,"sip, adek mbak pinter"
trus udah, dia malah lari2 lagi ga tau kemana, ogah2an lagi buat belajar,
ckckck, dasar adik kecilku, semoga nanti kamu bisa jadi orang besar ya dek, amiiin
:D
i'm not a doctor yet
ya Allah, jika memang Engkau yang memilihkan jalan ini untukku,
maka bantu aku agar tetap istiqomah di jalan ini ya Allah, amin
maka bantu aku agar tetap istiqomah di jalan ini ya Allah, amin
Sabtu, 16 Oktober 2010
diriku menyedihkan

betapa menyedihkan
ketika di gaza, anak-anak berusaha berbakti kepada ibu bapaknya
karena mereka tak pernah tau
apakah di pagi berikutnya mereka masih bisa berkumpul bersama
sedangkan disini
aku tidak berbakti kepada ibu bapak melainkan hanya sedikit
betapa menyedihkan keadaanku
dimana islamku?
dimana imanku?
disaat mukmin dan mukminat berpuasa karena menjalankan kewajiban
sedangkan anak-anak yang belum baligh
juga berpuasa karena tak ada lagi rizki untuk dimakan
disini aku menyisakan makan malam ku
membuangnya begitu saja tanpa menunjukkan rasa syukur melainkan hanya sedikit
betapa menyedihkan keadaanku
dimana islamku?
dimana imanku?
saat di gaza sana anak-anak menghafal dan memahami setiap ayat al qur’an
meskipun keadaan tak sekalipun aman melainkan sesaat saja
disini aku merasa puas dengan membaca al qur’an dengan tergesa-gesa
dimana islamku?
dimana imanku?
saat di gaza sana umat islam saling mendoakan
tak hanya bagi penduduk palestina
namun juga kepada seluruh umat islam
di doa-doanya mereka memohon ampunan kepada umat islam lain
yang tidak mensyukuri keadaannya
yang tidak menginfaqkan hartanya demi kesejahteraan umat
yang berlaku boros dan tidak bermanfaat
yang tidak mendoakan umat islam yang tertimpa cobaan
yang tidak mempedulikan umat islam yang berjihad fi sabilillah
dan di doa-doanya mereka memohon kepada Ar Rohman
agar hidayah ditumbuhkan dari hati-hati umat yang telah dilalaikan oleh keduniaan
sedangkan di sini ...
betapa menyedihkan
dimana islamku?
dimana imanku?
dinamika kehidupan
aku hanya orang bodoh
tapi aku bukan orang idiot
yang tidak bisa memahami satu pun pelajaran
maka dari itu
aku akan belajar
aku orang lemah
tapi aku bukan orang lumpuh
yang terduduk di kursi roda hingga akhir hayat
maka dari itu
aku akan berusaha
jika setiap orang memang labil
bagiku tak mengapa
karena dinamika itu adalah sebuah takdir
karena manusia bukan malaikat
jika setiap orang labil
bagiku tak mengapa
meskipun hari ini hanya mencapai 40%
sedangkan kemarin mampu 70%
labilitas bukanlah suatu masalah
tetapi relativitas terhadap nilai labilitas lah yang menjadi permasalahan
jika hari ini mencapai 40%
terhadap suatu titik pengukuran berkelas B
akan lebih baik daripada hari esok yang mencapai 60%
tetapi terhadap suatu titik pengukuran berkelas D
jika memang harus menjalani kehidupan yang naik turun seperti grafik y = sin x
bagiku tak mengapa
asalkan setiap hari aku mampu meningkatkan kelas titik pengukurannya
menjadi y = 1 + sin x
atau menjadi y = 2 + sin x
atau menjadi y = 3 + sin x
asalkan titik pengukuran meningkat
labilitas tidak menjadi suatu permasalahan
karena
y = sin x suatu saat akan menempati titik minimal pada y = -1
tetapi
y = 3 + sin x hanya akan menempati titik minimal pada y = 2
maka jika pencapaian dijabarkan dalam angka-angka yang dicapai oleh titik y
pada grafik y = n + sin x
maka aku hanya perlu mengumpulkan n sebanyak mungkin
agar suatu saat jika aku menempati titik minimal
maka pada saat itu aku hanya menempati titik maksimal di hari-hari sebelumnya
labilitas bukanlah suatu permasalahan
tetapi titik pengukuran lah yang menjadi permasalahan
karena grafik y = sin x selalu sama
terhadap garis horizontal tengahnya sendiri
ia hanya mencapai maksimum pada angka 1
dan menempati minimum pada angka -1
tetapi akan berbeda jika garis horizontal tengahnya
berada pada angka 7
dibandingkan angka 0
sebuah hikmah
tentang kunci keistiqomahan
yang dipetik dari matematika SMA
yang sangat sederhana
seumpama
jika tingkat keistiqomahan digambarkan dalam y = n + sin x
maka n adalah ilmu sebagai potensi dinamis
dan x adalah kepribadian sebagai potensi statis
maka dari itu
(kunci) keistiqomahan adalah tholabul ‘ilmi
Wallohu a’lam :)
tapi aku bukan orang idiot
yang tidak bisa memahami satu pun pelajaran
maka dari itu
aku akan belajar
aku orang lemah
tapi aku bukan orang lumpuh
yang terduduk di kursi roda hingga akhir hayat
maka dari itu
aku akan berusaha
jika setiap orang memang labil
bagiku tak mengapa
karena dinamika itu adalah sebuah takdir
karena manusia bukan malaikat
jika setiap orang labil
bagiku tak mengapa
meskipun hari ini hanya mencapai 40%
sedangkan kemarin mampu 70%
labilitas bukanlah suatu masalah
tetapi relativitas terhadap nilai labilitas lah yang menjadi permasalahan
jika hari ini mencapai 40%
terhadap suatu titik pengukuran berkelas B
akan lebih baik daripada hari esok yang mencapai 60%
tetapi terhadap suatu titik pengukuran berkelas D
jika memang harus menjalani kehidupan yang naik turun seperti grafik y = sin x
bagiku tak mengapa
asalkan setiap hari aku mampu meningkatkan kelas titik pengukurannya
menjadi y = 1 + sin x
atau menjadi y = 2 + sin x
atau menjadi y = 3 + sin x
asalkan titik pengukuran meningkat
labilitas tidak menjadi suatu permasalahan
karena
y = sin x suatu saat akan menempati titik minimal pada y = -1
tetapi
y = 3 + sin x hanya akan menempati titik minimal pada y = 2
maka jika pencapaian dijabarkan dalam angka-angka yang dicapai oleh titik y
pada grafik y = n + sin x
maka aku hanya perlu mengumpulkan n sebanyak mungkin
agar suatu saat jika aku menempati titik minimal
maka pada saat itu aku hanya menempati titik maksimal di hari-hari sebelumnya
labilitas bukanlah suatu permasalahan
tetapi titik pengukuran lah yang menjadi permasalahan
karena grafik y = sin x selalu sama
terhadap garis horizontal tengahnya sendiri
ia hanya mencapai maksimum pada angka 1
dan menempati minimum pada angka -1
tetapi akan berbeda jika garis horizontal tengahnya
berada pada angka 7
dibandingkan angka 0
sebuah hikmah
tentang kunci keistiqomahan
yang dipetik dari matematika SMA
yang sangat sederhana
seumpama
jika tingkat keistiqomahan digambarkan dalam y = n + sin x
maka n adalah ilmu sebagai potensi dinamis
dan x adalah kepribadian sebagai potensi statis
maka dari itu
(kunci) keistiqomahan adalah tholabul ‘ilmi
Wallohu a’lam :)
Langganan:
Postingan (Atom)