Pages

Senin, 03 Oktober 2011

setelah ku ulang dan ku ulang

Masih ingatkah kau pertanyaanku nomor 2 yang belum kau jawab hingga sekarang?

Aku bodoh tidak menemukannya saat itu,
Padahal semuanya tergambar jelas,
Tercecer di banyak tempat, tinggal aku saja yang mengumpulkannya,

Aku bodoh tak mengerti saat itu,
padahal itu sudah bertahun-tahun yang lalu
puisi hati memang tak bisa berbohong sampai kapanpun,

Laa Tahzan

Betapa banyak kamu mengeluh
Dan berkata tak punya apa-apa
Padahal bumi, langit, dan bintang adalah milikmu
Ladang, burung, bunga yang segar
Dan matahari yang di atas kepalamu
Memandang geram panuh amarah

Dunia ceria kepadamu,
Lalu kenapa kamu cemberut?
Dan dia mulai tersenyum,
Lalu mengapa kamu juga tak kunjung tersenyum?

plagiat

Dari sebuah janji muncul sebuah arti
Kemunculannya pun tak bisa dipungkiri
Dan kini si plagiat pun ikut mencari
Kisah masa lalu sahabatnya yang usang
Dirimu memang sanggup memalingkanku
Namun puisi hati, tidak

Dengar wahai penyair, percayalah
Kamu pasti bisa mengembalikan senyumnya
Yang telah lama kau hapuskan.

Kamis, 29 September 2011

beberapa saat, aku pernah bermimpi tentangnya,
aku benar-benar memimpikannya,
tapi ternyata, dia bukan sosok yang aku impikan,
dia berbeda,

dan aku tak mengenalnya.

Kamis, 15 September 2011

Selamat Ulang Tahun Asti Cantik

16 September 1991-16 September 2011


pernahkah kau merasakan ketika kau jauh lebih merasa nyaman di tempat yang penuh dengan tumpukan buku yang belum pernah kau baca, daripada di tempat yang penuh dengan orang yang belum pernah kau kenal?
aku selalu merasakan seperti itu.

Kamis, 25 Agustus 2011

ikhtiar doa tawakkal

Ya Allah, aku berprasangka baik untuk semua keputusan-Mu,
Hanya Engkau yang tahu ini hanya akan jadi mimpi atau nanti menjadi nyata,
Biarkan Allah yang memutuskan mana yang terbaik untukku,
Dia Maha Tahu, Dia Maha Mengerti, Dia Maha Adil,
Insya Allah, Allah tahu mana yang terbaik untukku,
dan sungguh Dia selalu memberikan yang terbaik.

Jumat, 19 Agustus 2011

menjelajah buku, membuka mata dunia



Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu yang menciptakan,
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah,
Bacalah, dan Tuhan-mu lah Yang Maha Mulia,
Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam,
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya,
Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,
apabila melihat dirinya serba cukup,
(QS. Al-'ALaq: 1-7)