Pages

Senin, 28 Januari 2013

puisi dua matahari


Suatu hari aku bertamu ke rumah paman matahari
Tidak disuguhi apa-apa malah dia bercerita:
Banyak orang telah menjadi manusia karena pernah
Kubakar budinya dan kugosok-gosok hatinya dengan hikmahku

“aku juga ingin paman”
Paman matahari senyum-senyum dan lantas meninggalkanku
Dengan cemas aku memburunya:
“pergi ke mana paman?”
“katanya ingin jadi manusia..”
Lenyaplah kemudian paman matahari.

Sejak itu aku belajar sendiri dan hampir putus asa
Tapi tidak.

Lalu suatu fajar pagi paman matahari muncul kembali
“paman aku menemukan lagi satu matahari!”
“benar nak. Itu adalah dirimu sendiri”

Sejak saat itu aku hidup dengan dua matahari:
Matahari yang muncul di setiap pagi
Dan matahari yang ada di dalam diriku sendiri.

di tingkat empat


Di tingkat empat
Kotaku di bawah itu
Kelap kelip beribu lampu

Di tingkat empat
Kulihat diriku melayang
Di bawah orang-orang ribut
Kalau aku melompat
Diriku rata oleh aspal dan lalu lintas
Tapi akankah bertemu
Atau tetap gelisah mencari

Di tingkat empat
Kuseret diriku kuajak pergi
Sebelum lampu-lampu di bawah
Merayuku lebih jauh.

mengintip katak mandi


Sebelum datang,
Di ladang jagung, di ladang airnya
Katak-katak masih serempak
Telanjang bulat buat mandi.
Lalu,
Katak-katak berhenti sama sekali

Aku mengganggu sunyi?
Aku merindukan sunyi.

kucing, ikan asin, dan aku


Seekor kucing kurus
Menggondol ikan asin
Laukku untuk siang ini

Aku meloncat
Kuraih
Pisau
Biar
Kubacok ia
Biar
Mampus

Ia tak lari
Tapi mendongak
Menatapku
Tajam

Mendadak
Lunglai
Tanganku
-aku melihat diriku sendiri

Lalu kami berbagi
Kuberi ia kepalanya
batal nyawa melayang
aku hidup
ia hidup
kami sama-sama makan

Minggu, 27 Januari 2013

waktu selalu menjadi obat paling mujarab


Kau tahu?
Waktu selalu menjadi obat paling mujarab.
Dialah yang mengalahkan raja-raja hebat dunia.
Menggerus gunung menjadi rata.
Juga membuat daratan jadi lautan.

Dialah sang waktu.

Tidak peduli seberapa berkuasa seorang raja,
seberapa luas kerajaannya,
waktu tetap akan membunuhnya.
Tentu saja tidak dalam arti harfiah langsung.
Lihatlah, Majapahit, Sriwijaya, Samudera Pasai
kau pasti pernah belajar soal kerajaan itu di sekolah, bukan?

Jutaan tahun umur dunia berlalu
banyak gunung-gunung tinggi yang berubah jadi rata.
Jutaan tahun terlewati,
juga banyak daratan yang perlahan berubah jadi lautan,
dan sebaliknya lautan berubah kembali menjadi daratan.

Sang waktulah yang menjadi saksi semua proses itu.
Sang waktu yang tidak pernah tua,
berhenti atau berubah.

Nooit verloren..
tidak pernah kalah dari apapun..

#burlian

rajin-rajinlah sekolah





















Sekolah itu,
seperti menanam pohon, anakku.
Kau menanam sekarang,
tapi belum bisa langsung kau lihat hasilnya.

Tapi hanya kau tanam dan berdiam diri menunggu
juga bukan cara yg bijaksana.
Pohon itu harus kau rawat,
harus kau siram,
juga harus kau pupuk
agar kelak dia bisa tumbuh besar dan kokoh.
kau sendiri yg akan rasakan manfaatnya, nak.

Tapi jika nanti pohon itu sudah besar,
janganlah kau larang orang lain yg hanya ingin berteduh di bawah pohonmu.
Tetaplah berbagi.
Karena pohon besar ini tidak akan rubuh jika hanya menjadi sandaran.

Jumat, 25 Januari 2013

sequel love story - erich segal





Dua buku ini
Benar-benar memanjakan otak kananku.
Se-malam-an
Se-pagi-an.

Walau aku terus ada di kamar, bukan berarti aku kesepian
Walau aku tak tertawa terbahak, bukan berarti aku tak bahagia.

Kau di sana berkelana dengan perjalananmu
Di sini pun aku dengan perjalananku.
Bahkan aku lebih jauh,
Sampai ke Harvard, sampai ke Radcliffe.
Sampai ke Boston, sampai ke New York.

Baik-baiklah di sana
Sampai Allah memberikan lagi nikmat kesempatan
Tuk melakukan perjalanan berdua.

“Dalam cinta, tak perlu ada kata maaf dan terima kasih. Karena semua yang dilakukan memang maklum dilakukan. Dengan cinta, kata maaf dan terima kasih tak boleh ada. Karena cinta adalah saling memahami”.

pengandaian menjelang subuh


Untukmu yang di sana..
Di malam ini sebaris doa menyapamu

Semoga Allah mengabulkan doa-doamu
Mewujudkan segala harapan dan cita mu
Meluaskan ilmu dan rezekimu
Memberkahi umurmu
Memuliakan wajahmu
Meninggikan derajatmu
Menempatkanmu di Jannah
Bersama orang-orang yang di ridhai-Nya

Ma’an najah!
Keep smile
Keep fight
Focus!

Jazakumullah khairan katsiran
Untuk semua kebaikanmu.