Pages

Selasa, 13 Mei 2014

penyair kecil






penyair kecilmu itu sangat sibuk merangkai kata-kata.
dan dengan berbagai cara menyusunnya 
menjadi sebuah rumah yang akan dipersembahkan kepada ibunya
"kita belum punya rumah kan, ibu?
nah, ibu tidur saja di dalam rumah buatanku.
aku akan berjaga semalaman dan semuanya akan aman-aman saja."

ketika kau bangun di subuh yang hening itu,
kau tertawa melihat penyair kecilmu tertidur kedinginan di teras rumahnya,
di tunggui donald dan bobo,
pengawal setianya.



celana




ia ingin membeli celana baru
buat pergi ke pesta
supaya tampak lebih tampan
dan meyakinkan.

ia telah mencoba seratus model celana
di berbagai toko busana
namun tak menemukan satupun
yang cocok untuknya.

bahkan di depan pramuniaga
yang merubung dan membujuk-bujuknya
ia malah mencopot celananya sendiri
dan mencampakkannya

"kalian tak tahu ya,
aku sedang mencari celana
yang paling pas dan pantas
buat nampang di kuburan?"

lalu ia ngacir
tanpa celana
dan berkelana
mencari kubur ibunya
hanya untuk menanyakan
"ibu, kau simpan dimana celana lucu
yang kupakai waktu bayi dulu?"



Rabu, 07 Mei 2014

nasib? who knows?





dunia ini menarik memang
suka jungkir balik

seorang anak olimpiade biologi,
akhirnya mendarat dengan indah di fakultas teknik
dan kini aku yakin dia akan menjadi insinyur yang hebat.

dan di sisi lain,
seorang anak olimpiade fisika,
akhirnya menari dengan anggun di fakultas kedokteran
dan kelak aku yakin dia juga akan menjadi dokter yang kuat.

mari kita lihat kelanjutan ceritanya
kemana lagi garis nasib akan menuntun mereka.











aku hanya yakin saja
setidaknya, pasti ada satu orang yang benar-benar mendoakanku dalam doanya
entah siapa dia
entah dimana dia
entah di malam yang mana
aku hanya yakin saja

jadi di sini, aku harus tetap menjadi anak yang baik
agar tidak mengecewakannya.







sungai garis tangan




ibu membekaliku sebuah sungai
yang jernih dan berkecipak-kecipak airnya.
sungai itu ditanam di telapak tanganku.
mimpi ibu terbawa dalam arusnya.

bika aku tidur, sungaiku berkelana
menyusuri garis-garis nasibku.
gemericik di tengah hutan
gemericik di malam jauh.

bila rindu meluap, lalu aku banjir
jari-jari tanganku mengucurkan air.



cuma pinjaman




tubuh
yang kadang saya banggakan
dan sering saya lecehkan ini
memang cuma pinjaman
yang sewaktu-waktu harus saya kembalikan
tanpa merasa rugi dan kehilangan.
pada saatnya saya harus ikhlas menyerahkannya,
kepada seseorang yang mengaku sebagai keluarga
atau kerabatnya atau yang merasa telah melahirkannya
tanpa minta balas jasa atas segala jerih payah
dan pengorbanan.

tubuh,
pergilah dengan damai
kalau kau tak tenteram lagi
tinggal di aku. pergilah dengan santai
saat aku sedang sangat mencintaimu.



hide and seek




aku tidak sengaja melihatmu sore itu
di toko buku yang mungkin favorit kita
di penulis buku yang mungkin juga favorit kita
di cuaca sore cerah yang lagi-lagi mungkin juga favorit kita

kamu memakai penutup kepala bermotif bunga
dengan kaos yang terlihat nyaman berwarna merah muda
ditutup jaket berbahan jeans yang seakan pudar warnanya

kamu terbalut sangat manis sore itu
kontras denganku yang sedang bertemakan warna biru

tapi yang aku sesalkan
sifat pengecutku yang masih saja meraksasa
aku berdoa dalam hati semoga kamu tidak mendapati tempat persembunyianku
aku berusaha bersikap senormal mungkin
hingga akhir acara, ternyata Tuhan kasihan mendengar degup jantungku
Dia belum ingin benarbenar mempertemukan kita

kalau begitu, aku pulang duluan ya
bis solo ku sudah menungguku untuk datang.



selasa sore




di selasa sore itu kamu tidak datang
padahal dari rumah aku sudah selesai berperang
berdebat tentang senyum dan sapaan mana
yang terbaik ku berikan untukmu.

sayang kamu tidak datang.