Senin, 17 November 2014
tidak bermaksud menyakiti
karena memang seperti itulah cinta.
ketika rasa ingin selalu memberi
mampu mengalahkan batas-batas ambang kewajaran.
maka kadang orang yang ingin diberi malah sering menjadi merasa asing.
saya yakin, kamu tidak bermaksud menyakitinya.
kamu hanya terlalu mencintainya dan tak ingin ia lepas begitu saja.
mungkin, ia yang bodoh jika merasa tersakiti oleh rasa-rasa lucumu itu.
iya, dia yang bodoh.
Minggu, 16 November 2014
akan ada seseorang yang tidak dengan berat hati menerimamu apa adanya.
yang menuntut darimu sedikit saja ia merasa bersalah.
yang menuntut darimu sedikit saja ia merasa bersalah.
kau tunjukkan kepadaku seberapa cepat kau melangkah.
seakan bagimu ini adalah sebuah pertandingan.
namun bagiku, kau lah yang kalah.
Selasa, 11 November 2014
tak pernah bisa
lihatlah kemari wahai gelap malam.
lihatlah seseorang yang selalu pandai menjawab pertanyaan orang lain,
tapi dia tidak pernah bisa menjawab pertanyaannya sendiri.
lihatlah kemari wahai lautan luas.
lihatlah seseorang yang selalu punya kata bijak untuk orang lain,
tapi dia tidak pernah bisa bijak untuk dirinya sendiri.
"hei, Asti, kisah kisah cinta di dalam buku itu, di dongeng dongeng cinta, atau hikayat orang tua, itu semua ada penulisnya. tapi kisah cinta kau, siapa penulisnya? Allah. penulisnya adalah pemilik cerita paling sempurna di muka bumi. tidakkah sedikit saja kau mau meyakini bahwa kisah kau pastilah yang terbaik yang dituliskan."
-disadur dari novel tere liye, Rindu-
tahukah kamu di mana aku kala hujan?
tahukah kamu di mana aku kala hujan?
di sini, pada selasar panjang yang menyediakan pemandangan sebuah gedung kelas sebelah. kamu yang selalu berdiri di sana bersama teman-temanmu memandang hujan. aku penasaran mengapa engkau tak pernah menerobos hujan, tapi memilih menunggu.
tahukah kamu di mana aku kala hujan?
di sini, ada sebuah bangku tempat aku menghabiskan buku. lebih tepatnya pura pura menghabiskan buku. sebenarnya mataku tak tertuju pada kata-kata. tapi kepadamu, yang duduk di bangku beberapa meter di depan sana.
musim sebentar lagi berganti. tidak ada lagi hujan hujan deras seperti ini. tidak ada lagi hujan yang mampu menahanmu sejam-dua jam untuk tak segera pulang.
tahukah kamu di mana lagi aku berada kala hujan?
di atas sajadah panjang yang lusuh. aku berdoa semoga sebelum musim hujan selesai, kita tidak lagi saling sembunyi. doa di kala hujan pasti terjadi, Tuhan telah berjanji.
tanpa topeng
setiap orang memiliki masa lalu, baik itu masa lalu yang baik atau yang buruk. setiap hal di masa lalu tidak pernah ada yang bisa diubah, masa depanlah yang bisa diubah. percayalah, di dunia ini hampir semua orang memakai topeng.
dan kamu tahu bagaimana rasanya berdamai dengan masa lalumu? mungkin sama rasanya ketika kamu menceritakan tentang dirimu sendiri dengan leluasa kemudian aku menerimamu. tidak hanya kamu sebagai jasad, tapi juga dengan masa lalumu. kamu mengakui kesalahanmu itu sebuah langkah baik.
dan percayalah, sekali kamu membuka topengmu ke hadapan orang yang kamu cinta dan kamu percaya, bila dia benar menerimamu, dia akan membuka topengnya pula di hadapanmu. sehingga kalian benar-benar akan saling mengenal dan memiliki ruang privasi yang lebih besar. bukankah sangat sulit bagi kita untuk mengizinkan orang lain masuk ke dalam diri kita?
jika kamu memang mencintai dia, ceritakanlah masa lalumu dengan lengkap. di dunia ini banyak sekali orang baik dan orang yang bisa menerimamu, percayalah. aku tidak ingin kamu membohongi dia. bila di tengah perjalanan dia tahu siapa kamu sebenarnya, hal buruk bisa terjadi. lebih baik tahu sejak awal, kan?
manusia seperti kita ini pandai sekali bersikap manis, bersikap baik. menyembunyikan diri di balik jas berdasi dan baju koko. bila benar dia perempuan ataupun laki laki yang baik, dia akan melihat masa depan dan memaafkan kesalahanmu. sejauh kamu memang benar-benar beriktikad baik. di dunia ini masih banyak orang baik. sayangnya, mereka ikut-ikutan bersembunyi. kamu bisa menemukan mereka, asal kamu pun menjadi baik. jika kamu hanya berpura-pura baik, maka kamu akan bertemu dengan orang yang juga pura-pura baik. tidak mau, kan?
Minggu, 09 November 2014
kampus gajah
ada sebuah cerita dari negeri para gajah.
alkisah, di sana terdapat sebuah sekolah gajah paling megah di seluruh penjuru negeri. banyak sekali gajah yang berjalan jauh demi bersekolah di sana. kampus gajah namanya.
pada suatu hari, akan tiba saatnya kampus gajah melahirkan anak-anak didiknya yang sudah selesai menempuh studi di kampus prestius itu. hari lahir sang gajah, itulah cara mereka menyebutnya. hari di mana kampus gajah akan melepas para gajah yang terdidik untuk kembali ke hutan belantara yang konon sulit dipecahkan dengan teoritika dan segala macam tetek bengek bangku kampus yang penuh hitungan rumus.
namun, urusan ini mejadi sangat memprihatinkan. beberapa tahun belakangan ini, banyak sekali gajah yang merasa tidak sanggup, bahkan sejak jauh-jauh hari sebelum kelulusannya, untuk kembali ke hutan belantara.
hari lahir sang gajah tak lagi penuh suka cita. penduduk belantara begitu rindu kehhadiran gajah di tengah-tengah mereka untuk mengusir rasa takut dari serbuan harimau atau musuh predator lain, tapi para gajah justru..
para gajah justru berlomba-lomba mendaftarkan diri ke kebun binatang. rela menjadi hewan peliharaan kebun binatang sehingga semuanya terjamin. makanan, kesehatan, dan segala hal yang diinginkan gajah selain satu hal: kebebasan.
ada pula gajah yang malah berlomba mendaftar menjadi gajah sirkus. rela diperas tenaganya demi mengenyangkan perut para bosnya. yang penting hidupnya aman, makanan aman, kesehatan aman, asal si gajah tidak melawan ketika diperintahkan.
dari sekian ribu gajah yang dilahirkan oleh kampus gajah, bisa dihitung jari jumlahnya yang mampu bertahan di belantara. beberapa gajah mati dalam perjuangannya di belantara. namun semua tahu, sang gajah mati terhormat. itu pengakhiran yang baik, bukan?
sedikit dari mereka yang kemudian menjadi kawan dekat para penghuni hutan yang lain. mereka adalah gajah yang kemudian menjadi pelindung hutan. walaupun hidup di hutan yang penuh ketidakpastian, paling tidak kehadiran gajah membuat para penjarah semakin sulit menebang pohon. hal ini membuat para monyet begitu gembira.
mereka selalu senang hati memetikkan buah pisang untuk sarapan pagi sang gajah. para burung dengan riangnya mematuki kutu di tubuh gajah ketika merumput. sang macan tak berani mendekat, butuh kekuatan lebih untuk menaklukan binatang yang ukurannya beberapa kali ukuran tubuhnya itu. lebih dari itu, semua warga belantara tahu, gajah tidak makan daging. itulah rasa aman yang membuat warga belantara begitu percaya kepadanya.
minggu depan adalah hari lahir sang gajah. kampus gajah telah menyiapkan pesta besar. tetapi warga belantara cemas tidak karuan. beberapa tahun terakhir, tidak ada lagi gajah yang kembali ke hutan.
sementara di hari yang tak jauh dari itu, kebun binatang dan sirkus membuka lowongan besar-besaran. dengan iming iming kesejahteraan dan keterjaminan hidup, mereka berusaha merekrut para gajah untuk menjadi mesin uang yang paling cerdas.
hari ini aku masih menjadi gajah kecil. aku seperti terbawa arus. aku ingin kembali ke belantara, atau menjadi gajah sirkus?
Langganan:
Postingan (Atom)