Pages

Sabtu, 04 April 2015

mengingatmu.



ada yang mengingat senyumanmu pada tiap kali senja turun pada peraduannya, ia mengagumi keduanya tapi lebih mengagumi senyuman dengan lesung pipitmu, Tuhan Maha Indah begitu ia bergumam pada dirinya sendiri.


ada yang mengingatmu pada tiap rintik hujan yang turun lalu secepatnya hujan turun begitu pula ia mengkhawatirkanmu. bertanya-tanya sedang dimana kamu dan apakah kamu membawa payung atau tidak, ia lalu bergumam bahwa Tuhan akan selalu menjagamu.


ada yang merindukanmu pada tiap titik bintang di atas sana, ingin sekali berkata padamu bahwa sinar bintang itu tak dapat mengalahkan sinarmu pada hatinya, namun ia tahu ini bukan saat yang tepat.


adalah ia, yang mungkin kamu temui setiap hari, yang selalu mengingatmu namun tak sampai hati bertutur kata tentang perasaannya. adalah ia yang paling menjagamu lalu mendekatimu pada doanya.



Selasa, 31 Maret 2015

seribu usaha.





pernah nggak kamu duduk di suatu malam, lalu pikiranmu kembali mengingat segala kejadian buruk di masa lalu, terus setelah itu kamu tersenyum? ternyata kalau kamu sadar, hal hal buruk di masa lalu yang telah terjadi itu mau tidak mau adalah alasan utama mengapa sekarang kamu berdiri sesukses ini di hari ini.


maka seperti yang lalu lalu, apabila terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kamu harapkan, tertawalah. Tuhan itu bekerja dengan cara-cara misterius yang kita tidak pernah bisa terka sebelumnya. kesalahan masa lalu, selalu membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan. buktinya kamu sekarang ini.


life is a serious joke.


hidup itu sebenarnya kumpulan dari humor-humor yang serius. dan semua keputusan ada di tangan kamu yang menentukan, mau melewatinya sambil tertawa dan tersenyum, atau menanggapi semuanya dengan serius.


sekarang coba sedikit beranikan diri untuk membuka pikiran. kalau kamu tidak gagal, kamu tidak akan berhasil. kalau kamu mau bangun, ya sebelumnya kamu harus tidur dulu. begitu juga kalau kamu ingin bangkit, kamu harus jatuh terlebih dahulu. aku tahu ini berat, tapi bukankah untuk naik kelas, kita diharuskan ujian akhir dulu ya?


jatuh itu tidak selamanya buruk, jika kamu melihat ke depan.
masa depan akan selalu terlihat menakutkan, kalau kamu selalu terikat dengan sesuatu yang ada di belakang.





Senin, 30 Maret 2015

kematian.






kata demi kata di tempat ini, selalu terbaca setiap harinya. aku tau itu. tak perlu khawatir akan siapa, tetapi aku khawatir tentang apa. apa yang akan menjadi ekor dari setiap akhir kalimat yang ada di sini. dimana, kapan, mengapa, dan untuk apa, bukanlah penjamin diperolehnya makna yang sama bagi kalian semua. tapi kematian pasti datang, pun juga setiap titik mengakhiri apa yang tertulis di sini. kalian tak perlu mengasihaniku, karena masing-masing kita semua akan mati jua. rasa sakit saat nyawa ada di ujung ubun ubun, akan membuat kita lupa akan segalanya, kecuali perbuatan kita. urusan kita adalah urusan kita, bukan orang lain. ketidakberhinggaan yang nyata, menunggu di balik tabir kematian. menyeringai bagai selimut kegelapan yang merenggut segala sesuatu yang pernah kita miliki, untuk sesaat. sekejap kemudian terjawab tanya yang kita semua miliki. bahagia, atau derita.






Jumat, 27 Maret 2015

angka.




kau tahu angka?
kau tahu pada bilangan ke berapa berakhirnya angka?
tak terhingga, ku rasa.


Tuan, begitulah kira kira
jika aku sudah jatuh cinta.




untuk kamu.




...

kamu yang tak pernah aku harap ada namun selalu ada.


kamu yang memaksaku menyapamu saat aku terluka untuk kemudian kamu ganti dengan tawa.


kamu yang tak kemanamana meski kamu tahu aku bertahan pada cinta yang mana.


kamu yang bersusah payah memaki keadaan lalu bersyukur setelahnya karena kita telah berjumpa..


terima kasih dan maafkan aku.




datang.




kalau kamu datang,
aku berjanji tidak akan bertanya kenapa baru sekarang.


kalau kamu datang,
aku berjanji tidak akan membuatmu berdiri di depan pintu terlalu lama.


kalau kamu datang,
aku berjanji tidak akan bertanya, hati mana saja yang sudah kau lewati untuk sampai di sini.


karena dengan langkahmu, aku terbangun, dari mati suri yang kuninabobokan sendiri.


kalau kamu datang,
tolong jangan pergi.





1 hari ku.





aku perlu 1 hari..


1 hari dimana kamu tak memenuhi pikiran ini
1 hari dimana aku bisa bermain hujan seorang diri
1 hari dimana senyumku tak bergantung pada bayangmu lagi
1 hari untuk kunikmati seperti sebelum aku bertemu kamu pertama kali
dan 1 hari saat dalam mimpi pun kamu tak menghampiri.


kamu tahu?
aku ingin memiliki 1 hari itu
bukan aku lelah memperjuangkanmu
mungkin karena aku mencintaimu dengan terlalu
sedang kamu seolah tak mau tahu.



seandainya.





seandainya mencintaimu tidak serumit ini.


mungkin akan dengan mudah aku genggam kedua tanganmu,
meletakkan telapaknya di pipiku.


lalu aku akan menatap dalam matamu,
melihat jutaan binar cinta yang hanya milikku.


juga garis senyummu,
dapatkah kamu dengar seribu kepak sayap kupukupu menari di tubuhku?


iya, seandainya saja mencintaimu tidak serumit ini.


seharusnya tidak serumit ini..