Pages

Senin, 19 Oktober 2015

sebelum kamu




sebelum mengenal kamu, aku sedang suka-suka nya pada dua artis korea ini


song joong ki

dan lee seung gi

tapi setelah mengenal kamu,
ternyata mereka tidak ada apa-apanya.




Lee Seung Gi - Tonight







dan kamu tahu, lagu apa yang mengingatkanku pada saat-saat aku jatuh cinta padamu? iya, lagu ini, haha. lagu ini sebenarnya lagu patah hati, tentang seseorang yang ditinggal oleh kekasihnya, dan berjanji pada diri sendiri bahwa nanti malam dia tidak akan bersedih lagi. tapi uniknya lagu ini dibawakan dengan nada-nada yang ceria. dan pada malam itu, sebelum kamu memperkenalkan dirimu, sebelum aku jatuh cinta padamu, aku sedang melihat video ini. lagunya terus berulang-ulang sepanjang percakapan kita sampai pagi. well, pada akhirnya setiap mendengarkan lagu ini, rasanya aku kembali jatuh cinta padamu, dengan cara yg lebih besar.




Song Joong Ki - Really





ternyata benar jika ada yang bilang bahwa lagu bisa membawa kita pada kenangan. dan lagu ini, membawaku pada kenangan masa-masa mengerjakan skripsi. pada saat-saat aku ketakutan pada pagi, saat aku kebingungan, saat aku lebih menyukai malam, dan selalu ada sosok-sosok yang mendukungku dengan doa. saat itu, lagu ini yang berputar berulang-ulang pada PC mungil pink ku. dan sekarang, saat mendengarkan lagu ini, pikiranku selalu kembali ke kenangan itu..


dan untuk semua pihak yang sudah membantuku melewati masa-masa itu, lalu membuatku bertahan sampai hari ini, terima kasih banyak.



Minggu, 18 Oktober 2015

merasa kecil





pernah tidak kita bertemu dengan seorang teman yang begitu merasa rendah diri dengan apa yang dia miliki? merasa dirinya tidak lebih baik dari orang lain yang disebabkan oleh sesuatu yang sebenarnya tidak signifikan, tapi sangat signifikan dalam mengurangi kebahagiaan.


mereka yg merasa rendah diri karena almamaternya yang tidak sekeren kita, jurusan kuliahnya yang tidak sepopuler jurusan kita, bahkan pekerjaannya yg mungkin tidak semenarik kita? pernah? atau justru kita sendiri yang sedang mengalaminya sendiri ketika bertemu dengan orang lain?


saya dan teman baik saya sepakat untuk menyembunyikan almamater dan jurusan kami, meletakkan gelar sarjana cukup di ijazah, tidak pada undangan pernikahan, bukan hanya untuk sekedar urusan perkenalan. tidak pernah mengungkit tentang almamater kami atau jurusan di hadapan org lain, sekalipun kami ingin sekali membahasnya. berhenti membandingkan apa yg pernah kami jalani semasa kuliah dengan masa orang lain.


karena kami percaya bahwa setiap tempat memiliki kebaikannya masing-masing. dan segala sesuatu itu sama sekali tidak akan kelihatan di masyarakat, karena masyarakat tidak akan bertanya kamu lulusan mana. masyarakat akan memandang kebermanfaatan dan kebaikan manusianya. sopan tidaknya, baik tidaknya, jujur tidaknya, dan hal-hal yang sering lupa kita pelajari selama kuliah, tentang kemampuan beradaptasi dengan masyarakat dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.


semua itu kami lakukan untuk pembelajaran penting agar kelak bila kami menjadi orangtua, kami tidak memaksa anak-anak kami untuk masuk ke kampus dan jurusan tertentu yang menurut kami terbaik. agar kami tidak memandang orang lain dari hal-hal seperti itu.


dan hari ini, saya dan teman saya sepakat untuk menyebarkan semangat ini kepada siapapun yang kami temui. bahwa itu semua tidak mengurangi sama sekali nilaimu sebagai manusia. manusia yang baik akan selalu memandang manusia dengan cara-cara yang lebih bijaksana daripada sekedar itu semua. peluang untuk mengembangkan kapasitas sama besarnya dengan di tempat lain sepanjang kita percaya bahwa kita bisa melakukannya, ditengah keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki.


esok atau lusa jangan menjadi penyesalan. karena kita kuliah bukan untuk mencari pekerjaan, kan? kita belajar bukan demi uang, kan? semoga semangat menuntut ilmu itu masih murni, masih menjadi tujuan utama. karena idealisme kita saat kuliah akan diuji kemudian hari. semoga kita kuat mempertahankannya. semoga apapun nanti kita menjadi seperti apa, tetaplah menjadi orang baik.






Sabtu, 17 Oktober 2015

sisi terbaik






sisi terbaik yang ada dalam dirimu adalah ketika kamu bisa menjadi dirimu sendiri. mengapa menjadi diri sendiri itu begitu sulit? hari ini begitu banyak orang lebih mudah menjadi orang lain dengan segala macam bentuk polesan, topeng, dan aneka jenis manipulasi sikap. banyak orang kehilangan dirinya sendiri dan begitu banyak orang yg ingin mencari jati diri.


bukankah menjadi diri sendiri itu jauh lebih sulit daripada menjadi "seperti orang lain"? karena mungkin hanya akan sedikit orang yg bisa menerimamu, hanya akan sedikit orang yang bersedia jalan bersamamu, mendengarkan bicaramu, atau memahami maksudmu.


bukankah sesuatu yg semakin sedikit itu menjadi semakin berharga? ah, kadang-kadang kita lupa. kita mencari kebahagiaan dengan cara-cara yang salah, kebahagiaan tidak diukur dengan besar kecilnya penerimaan orang lain terhadap dirimu, kan?


kebahagiaan itu terukur pada besar kecilnya penerimaanmu terhadap dirimu sendiri. dalam wujud rasa syukur atas apapun yang kamu miliki dalam bentuk lahir maupun batin. bukankah hal itu sesuatu yg sulit, kan?


jangan lupa bahagia :)





hari penting





setiap manusia hanya punya sedikit hari penting dalam hidupnya. mungkin bisa dihitung dengan jari. hari kelahiran, hari wisuda, hari sumpah dokter, hari pernikahan, atau hari lain yg berbeda namanya.


kalau kamu menjadi temannya, maka hadirilah dalam hari penting itu bila memang memungkinkan. memang tidak mudah untuk bisa hadir ke sana, mengingat kesibukan kita ikut bertambah seiring usia.


dan makin ke sini makin bisa kita pahami bahwa kehadiran orang-orang dalam hari penting kita sangat berharga, di tengah begitu banyak orang yg pergi dari hidup kita dan sibuk dengan dunianya. ternyata ada orang yg masih mengingat kita dan berusaha menemui kita di hari penting kita, rasanya menyenangkan sekali.





yang tidak berubah







ada yg ternyata tidak pernah berubah sejak pertama kali bumi diciptakan, sejak pertama kali manusia tahu apa itu Tuhan, dan sejak manusia mulai mengerti bahwa mereka dicipta berpasangan.


bahwa cinta itu menembus indahnya paras. dan paras rupawan senantiasa kalah oleh kebaikan hati. bahwa pribadi yang hangat dan baik jauh lebih menakjubkan daripada semua keindahan paras. sayangnya hari ini banyak yang lupa, banyak yang mengubah itu semua. sehingga cinta mudah luluh oleh lapis bedak dan gincu, mudah patah karena cinta berpindah ke yang lebih menarik parasnya.


lupa dan sengaja melupakan bahwa kebaikan hati itu mengalahkan waktu. waktu yg selama ini menjadi musuh terbesar dari segala bentuk keindahan paras.





Jumat, 16 Oktober 2015







"aku tahu aku tidak dapat mengubah kehidupan, tapi mungkin aku bisa mengubah cara pandangku terhadap kehidupan."