ku harus katakan semua
jangan ada yang disembunyikan.
lalu kali yang lain dia berkata
tak perlu ku katakan itu
biar saja dia tak tahu menahu
sebenarnya apa sih maunya?
dan jangan salahkan aku
jika tak ada cerita yang keluar dari mulutku.
Bagiku, kau mendominasi ingatan. Karena itulah aku menulis surat ini untukmu. Agar suatu hari, saat aku tak sanggup mengingat lagi, kau tetap mengabdi. Mengabdi dalam tulisanku. Mengabdi dalam kisahku.
0 thoughts:
Posting Komentar