Pages

Rabu, 11 April 2012

kurang dari sama dengan

ku pikir,
siapapun itu,
calon suamiku tak akan bisa mengalahkan kehebatan papaku.
dan aku juga tak bisa mengalahkan kehebatan ibu dari calon suamiku.
...
tapi kita lihat saja nanti.

dokter harus kuat dan sehat

dari buku yang ku baca akhir-akhir ini,
ada satu pelajaran yang bisa diambil:

dokter itu harus kuat.

dan aku sedang berusaha membuat diriku menuju ke sana.
pertama, aku memaksa tubuhku untuk rutin sit up dan (mungkin) push up setiap pagi dan malam. karena ketika siang hari, kau maksimalkan saja tenagamu untuk aktivitasmu.

kedua, berhubung salah satu tema skill lab ku saat ini tentang RJPO, aku berlatih melakukan kompresi dada (emm, sebenarnya kompresi bantal) hingga mencapai 100x per menit-yang baru aku sadari ternyata itu menguras banyak tenaga.

ketiga, karena aku suka bangun kesiangan dan itu membuatku tak bisa jogging, aku naik turun tangga kosanku saja, sampai lelah, sampai berkeringat.

dan keempat, tetap jaga kesehatan kawan. tetap jaga makanmu. seperti nasihat sahabatku, jangan terlalu sering makan mie instan, dan konsumsilah sayur minimal 1x sehari.

Well, ritunitas ini baru berjalan 8 hari sebenarnya.
tapi doakan saja bisa berlanjut untuk seterusnya.
dan bisa menjadi dokter kuat abadi selamanya.

haha, ada-ada saja.

nostalgia

tak asing rasanya:
tape recorder pinjaman,
lagu yang tertimpa rekaman,
perayaan agustusan,
dan suara gadis kecil yang menjadi diriku 4 tahun yg lalu
tentu saja dengan bahasa jawa yang tak karuan.
menyadarkanku bahwa aku punya gaya khas dalam berbicara.

haha, masihkah sama dengan gaya berbicaraku sekarang?

Senin, 09 April 2012

bagaimana kabar kalian?
kakekku.

kadang-kadang aku membencinya.
aku membencinya karena dia meninggal sebelum melihatku...

...melihatku dewasa.

perbedaan dan persamaan

beberapa waktu terakhir,
walaupun kegiatan kampus dan organisasi tak sesibuk yang dulu,
aku tetap saja jarang di rumah.
atau lebih tepatnya di kamar seluas 3x4 itu.

lalu kemana aku pergi?

kemana saja yang membuat aku nyaman.
mungkin benar jika dibilang aku kelayapan.
tapi kelayapanku tidak dengan siapa-siapa.
hanya aku, dan bayanganku.
kalaupun ada seseorang, itupun hanya sebatas dengan seorang sahabat baikku.

sifat dan pikiranku seperti tak bisa seirama dengan tetangga-tetangga kamarku.
biasanya aku pulang sudah dengan tubuh lelah,
menyapa sebentar mereka yang ada di ruang tv,
dan masuk kamar tanpa keluar lagi sampai besok pagi.

ah, entahlah.
obrolan mereka tentang gosip, sepatu, dress, facial, salon,
model rambut, model jilbab, eyeliner, maskara, dan apalah itu
berhasil membuatku selalu ingin masuk kamar, memakai headset,
dan mulai membaca buku.

bagaimana ini,
aku lebih nyaman dengan buku ku daripada tetangga kamarku.
apa aku masih wanita normal?

haha, aku mulai meragukan diriku sendiri.
itu sebabnya aku sering berpikir sifat diamku ini lebih cocok sebagai seorang laki-laki.
tapi tenanglah, itu hanya efek sesaat dari buku yang ku baca.

dan ku pikir,
walau banyak orang yang mengatakan bahwa
perbedaan akan membuat sesuatu lebih indah,
tapi aku sadar bahwa seseorang yang bisa menjadi sahabat
adalah mereka yang mempunyai lebih banyak kesamaan dibandingkan dengan yang lain.
"nak, ketika kau mencari pasangan hidupmu,
carilah seseorang yang bisa kau ajak bicara.
seseorang yang akan menjadi sahabatmu.

kau tidak butuh makhluk dongeng
dengan otak einsten,
atau tubuh porselen.

yang kau butuhkan
adalah dia yang bisa menjadi teman bicaramu."

(seseorang)

cinta

pernah kenal hipothalamus?
ya, dia adalah organ yang beratnya hanya sepersepuluh ons.
yang merupakan pusat sekresi seluruh kelenjar,
impuls seksual, emosi,
atau juga disebut dengan pusat kemarahan.

tapi tahukah kau,
walau ilmu kedokteran bisa menunjukkan bagian otak
yang menimbulkan kemarahan,
mereka belum bisa mengidentifikasikan lokasi
yang menghasilkan rasa,
yang kita sebut dengan
CINTA