jangan bilang kapalnya tidak bocor, kalau yang sebenarnya benar bocor. Karena nantinya malah kapalnya akan tenggelam.
Kamis, 10 April 2014
Jumat, 04 April 2014
kisah dua pemahat
Dulu, pernah hidup dua pemahat hebat.
Mereka terkenal hingga diundang raja berlomba di istananya.
Mereka diberikan sebuah ruangan besar dengan tembok-tembok
batu berseberangan.
Persis di tengah ruangan dibentangkan tirai kain.
Sempurna membatasi, sehingga pemahat yang satu tidak bisa
melihat yang lain.
Mereka diberi waktu seminggu untuk membuat pahatan yang
paling indah yang bisa mereka lakukan di tembok batu masing-masing.
Kau tahu apa yang terjadi?
Pemahat pertama, memutuskan menggunakan seluru pahat,
alat-alat, cat-cat warna, hiasan-hiasan, dan segalanya yang bisa dipergunakan
untuk membuat pahatan indah di tembok batunya.
Orang itu terus memahat berhari-hari, tidak mengenal lelah,
hingga akhirnya menghasilkan sebuah pahatan yang luar biasa indah.
Tirai kemudian dibuka, tercenganglah pemahat pertama.
Meski dia sudah bekerja siang-malam, persis di hadapannya,
pemahat kedua ternyata juga berhasil memahat dinding lebih indah darinya.
Berdesir si pemahat pertama.
Berseru kepada raja, dia akan menambah elok pahatannya.
Berikan dia waktu, dia akan mengalahkan pemahat kedua.
Maka tirai ditutup lagi.
Beberapa hari kemudian, tirai dibuka untuk kedua kalinya.
Apa yg dilihat pemahat pertama?
Sungguh dia terkesiap. Dinding di seberangnya lagi-lagi
lebih elok memesona.
Dia berdesir tidak puas.
Berteriak meminta waktu tambahan, begitu saja seterusnya.
Tahukah kau, pemahat kedua sejatinya tidak melakukan apapun
terhadap dinding batunya.
Dia hanya menghaluskan dinding itu secemerlang mungkin,
membuat dinding itu berkilau bagai cermin. Hanya itu..
Sehingga setiap kali tirai dibuka, dia sempurna hanya
memantulkan hasil pahatan pemahat pertama.
Teman, menurutku itulah beda antara orang-orang yang
keterlaluan mencintai dunia dengan orang-orang yang bijak menyikapi hidupnya.
Orang-orang yang terus merasa hidupnya kurang maka dia tidak
berbeda dengan pemahat pertama, tidak akan pernah merasa puas.
Tapi orang-orang bijak, orang-orang yang berhasil
menghaluskan hatinya secemerlang mungkin, membuat hatinya bagai cermin, maka
dia bisa merasakan kebahagiaan melebihi orang terkaya sekalipun..
puisi pesakitan
sore itu, kamu mengenalkanku padanya.
dia tersenyum ramah padaku
menjabat tanganku
memeluk tubuhku
menanyakan kabarku
juga menanyakan bagaimana sekolahku.
manis sekali bukan?
sangat.
tapi yang aku tak habis pikir adalah
bagaimana kamu berpikir bahwa dengan mempertemukan kutub
masa lalu dan masa depanmu akan menyelesaikan semuanya?
sadarkah bahwa kamu sedang menciptakan masalalumu menjadi seorang pesakitan?
terjangkit penyakit berkali-kali
terpuruk bertubi-tubi.
Kamis, 27 Maret 2014
debat?
kita bisa berdebat tentang apapun.
tapi tidak kapanpun.
saya hargai gedung komunikasi yang anda coba bangun,
tapi mencari celah perdebatan untuk memulai obrolan
adalah terang-terangan memberikan peluang
bagi saya untuk merasakan ketidaknyamanan.
Selasa, 25 Maret 2014
sama seperti kamu
sama seperi kamu,
terkadang saya terlalu banyak menuntut.
saya tau betul pengertian dari bersyukur,
tapi itupun sama seperti kamu.
saya sering lupa dimana tempat seharusnya syukur diletakkan.
sepasang sepatu
kita adalah sepasang sepatu.
aku sang sepatu kanan
kamu sang sepatu kiri.
ku senang bila diajak berlari kencang
tapi aku takut kamu kelelahan.
ku tak masalah bila terkena hujan
tapi aku takut kamu kedinginan.
kita sangat ingin bersama,
tapi tak bisa apa-apa.
Jumat, 21 Maret 2014
lonceng dan karang
yang aku tahu,
senyumnya lebih manis daripada senyumku.
dia sepertinya lebih sabar
lebih tidak suka menangis
lebih dekat dengan anak-anak
lebih tidak keras kepala
lebih ceria dan tidak gugup jika di depanmu.
tulisan-tulisannya di dunia maya
banyak mengutip tere liye.
aku tidak tahu dia sebenarnya
suka membaca buku-buku tereliye juga atau tidak.
yang aku tahu,
dia sosok ibuguru penyuka coki-coki
yang dari awal ingin kamu kenalkan kepadaku
yang akhirnya kesampaian
di pertemuan terakhir kita.
itu yang aku tahu.
kamu tetap sama
kamu tidak pernah pergi.
kamu berlarian di kepalaku dan bersitirahat di hatiku.
jarak dan waktu hanya fatamorgana
kamu tetap sama.
Langganan:
Postingan (Atom)
