Pages

Kamis, 04 Oktober 2012

“Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu”

duduk

Kita berdua saja duduk.

Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput,
Kau entah memesan apa.

Aku memesan kicau burung di segerombol awan,
Kau entah memesan apa.

Tapi kita berdua saja duduk.

pada suatu pagi

aku belum pernah terjaga sepagi ini,
mengapa embun berjuntai tepat dibalik bayang-bayang pohon
dalam kelam diam di ujung sana?

aku belum pernah terjaga sepagi ini
mengapa rindu menetes satu-satu, 
tak bisa kurasa, tak bisa kuseka, kutanya kenapa?

daun itu diam tak goyang,
tenang bersama bayang dari pohon rindang di seberang jurang,
mengapa cemas tak juga terlepas?
meski pagi sebentar lagi
meski malam sudah hampir hilang dari tadi

aku belum pernah terjaga sepagi ini
tiba-tiba aku ingin menjelma
menjadi embun yang menjuntai tepat dibalik bayang-bayang pohon
dalam kelam diam di ujung sana

biarlah nanti aku beri sejuk pada bumi,
lalu pergi diam-diam sebelum mentari

“kenapa hari ini cerah sekali?”
katamu waktu kau terjaga nanti!

Rabu, 03 Oktober 2012

Diam-Diam ke Solo

Kejutan sederhana, ala anak SMA.
Cerita tentang seorang anak laki-laki yang berjuang untuk mendapatkan tanda tangan seorang penulis buku, demi seorang anak perempuan yang menjadi tambatan hatinya.

ya, untukmu

Kepada kamu yang berinisial HAN,
aku selalu menerka-nerka:
Ketika kau mengetikkan namamu di mesin pencari itu
adakah salah satu yang akan membawamu ke tulisan ini?
Tulisan tentang ketidaknyamananku terhadapmu.

hatimu

Dingin sekali.
Ya. Hati kamu.
Apalagi?

Seandainya saja air mataku
cukup panas untuk melelehkan hati bekumu itu.

Tadinya kupikir tidak ada tempat
yang memiliki semua iklim
dan mengalami semua musim.
Ternyata ada an.
Hatimu.

serupa laut

Bisa jadi kau menghadapi wanita serupa laut al.
Kagum tak apa, tapi jangan sampai jatuh cinta.
Karena kalau kau biarkan, cinta bisa membuatmu tenggelam karena kedalamannya yang biru mempesona.
Membuatmu hilang kendali akan kapalmu dan hidupmu.
Dan tak ada jalan kembali.

terlalu jauh

Tubuhmu ada di sini an.
Raga dan senyummu ada di hadapanku,
sedang duduk berdua di bangku taman.
Tapi, dasar bodoh
Tidakkah kau pernah belajar cara berbohong?

Aku sudah tahu hatimu tak ada di sini an.