Kamis, 15 Mei 2014
kamu seperti buku yang terus ingin ku baca
kalau kita duduk disitu, di bangku kayu itu,
maka kita akan menciptakan suatu kehilangan,
kehilangan waktu yang berlalu tanpa sepengetahuan kita...
cinta yang aku punya
beginilah caraku mencintaimu,
cara yang lebih sederhana dari yang paling sederhana.
aku menabung cintaku, sepeluk-sepeluk.
aku menabung cintaku, setiap waktu.
seakan nanti kita membutuhkan sejumlah cinta untuk bekal perjalanan.
sangat panjang.
aku tak mengagungkan cinta, tapi tak berani sedikitpun mengecilkannya.
cintaku bukan segalanya, tapi itulah segala cinta yang aku punya.
semoga, ketika aku berdoa kepada Tuhan untuk diberikan yang terbaik,
itu adalah aku tetap dibersamakan denganmu.
Selasa, 13 Mei 2014
pada dia
Pada matanya
aku melihat
kerlap-kerlip
cahaya lampu
kota kecil
seperti bisikan hati
yang lembut memanggil.
Tuhan
tolong sampaikan
rasa asa ku
pada dirinya.
baju bulan
bulan, aku kedinginan.
aku ingin baju, tapi tak punya uang.
ibuku entah dimana sekarang,
sedangkan ayahku hanya bisa kubayangkan.
bolehkah, bulan, kupinjam bajumu barang semalam?
bulan terharu: kok masih ada yang membutuhkan
bajunya yang kuno di antara begitu banyak
warna warni baju buatan.
bulan mencopot bajunya yang keperakan.
mengenakannya pada gadis kecil yang sering ia lihat
menangis di persimpangan jalan.
bulan sendiri rela telanjang di langit,
atap paling rindang bagi yang tak berumah
dan tak bisa pulang.
penyair kecil
penyair kecilmu itu sangat sibuk merangkai kata-kata.
dan dengan berbagai cara menyusunnya
menjadi sebuah rumah yang akan dipersembahkan kepada ibunya
"kita belum punya rumah kan, ibu?
nah, ibu tidur saja di dalam rumah buatanku.
aku akan berjaga semalaman dan semuanya akan aman-aman saja."
ketika kau bangun di subuh yang hening itu,
kau tertawa melihat penyair kecilmu tertidur kedinginan di teras rumahnya,
di tunggui donald dan bobo,
pengawal setianya.
celana
ia ingin membeli celana baru
buat pergi ke pesta
supaya tampak lebih tampan
dan meyakinkan.
ia telah mencoba seratus model celana
di berbagai toko busana
namun tak menemukan satupun
yang cocok untuknya.
bahkan di depan pramuniaga
yang merubung dan membujuk-bujuknya
ia malah mencopot celananya sendiri
dan mencampakkannya
"kalian tak tahu ya,
aku sedang mencari celana
yang paling pas dan pantas
buat nampang di kuburan?"
lalu ia ngacir
tanpa celana
dan berkelana
mencari kubur ibunya
hanya untuk menanyakan
"ibu, kau simpan dimana celana lucu
yang kupakai waktu bayi dulu?"
Langganan:
Postingan (Atom)

